Sabtu, 10 Oktober 2009
Mahir b'kata.
Tak dpt membayangkan bila ia b'kata, betapa sakit hati.nya dia. Memangdang raut wajah.nya memuncul.kan sesuatu kesan. Ia memendam sedih, ia t'tinggal sebuah rasa. Ia melihat sesuatu yg b'gelayut d'bwah jari jemari.nya memilih satu kepastian. Memilih satu harapan. Namun tak sesuai. Untai.an kta jatuh tak b'bunyi saking sakit yg d'rasakan hati. Tuhan sebenar.nya memberikan 2 pilihan b'jalan sendiri atau d'dampingi. B'jalan sendiri kan mendapat arti yg tak tentu, mencoba hal yg belum pasti t'wujud. Dan bila d'dampingi, semua akan bahagia, sampai akhir jalan.nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar