Sabtu, 30 April 2011

Aku yang Sedih

sendirian menopang beban untuk menerima sayatan luka, sayatan yg selama ini membuat aku kadang tak sadar kalau aku kehabisan darah, darah yg mengallir deras. sederas keinginanku untuk sembuh dari penyakit ini, penyakit yg entah kapan akan mengantarku ke alam lain dunia. penyakit ini menggerogotiku menyebar dan membuat badanku menjadi semakin rapuh, terlihat sepele mungkin. aku pun tak menyadari dan tak mau teringat itu. aku hanya teringat sebuah cerita seorang yg selalu terlihat ceria dan terlihat tak pernah punya masalah amun di balik itu semua kenyataa berkata lain. seseorang itu memiliki hati yg cukup rapuh dam memiliki bnyk sekali masalah. memang aku akui tidak semua orang sadar kalau aku punya banyak kesedihan yg aku topang sendiri. aku hanya bisa tersenyum bila ada seseorang berkata aku orang yg sangat santai dan tak pernah merasakan kesedihan. padahal itu salah, sebenarnya di balik itu semua aku sedang lari dari semua masalah, aku berusaha melarikan diri dari sakit hati dan sakit yg kurasakan akan membawaku ke liang kuburan.

penyakit yg ku derita sudah mulai membawaku ke tahap di mana semua gerakku mulai berkurang dan tak selincah dulu. kata" ku mulai tak teratur. tutur kata mulai terhenti. aku pasti nanti akan merasakan sulit bicara, bergerak, kehilangan fokus , tuli, dan terakhir buta hingga menjadi seperti mayat yg hidup. tak bergerak, bersuara, mendengar apa lagi melihat. aku mulai siap" akan datangnya saat itu tiba untukku.

Tidak ada komentar: