Sabtu, 30 April 2011

Tepis

Kayu yg diayun menandakan kepulanganmu, kepulangan di kala senja tiba. waktu kini menambah seruan yg datang. ketika pulai itu mucul di pagi hari. kau bermain saat aku menyendiri dan tak sempat aku menyapamu. kala itu aku masih bisa melihat raut wajahmu yg musam karena aku. pernah berkali aku mencoba membuka hati yg pintunya mulai agak keras ini, ketika itu aku masih belum sanggup menerima kenyataan kalau aku baru saja sakit hati. sebenarya sudah lama sekali tp rasanya msih nyeri saat itu.

aku memang orang yg plinplan kalau soal hati, itu karena aku takut . takut akan perasaanku sendiri. maaf bila aku terlihat mempermainkan, aku tak bermaksud seperti itu. aku hanya ingin tenang dan diberi waktu untuk berfikir. sampai hati ini sanggup untuk merasakan panasnya kasih sayang. kasih sayang yg hanya untukku seorang. aku sangat sulit untuk menerima seseorang, tapi sangat mudah jadi plinplan dan salah untuk berfikir. aku tak mau untuk mengulang kesalahan yg sama berkali". aku sudah sering terjatuh bahkan pernah sampai tak mampu untuk berdiri hingga aku belajar bagaimana caranya untuk terbangun dari keterpurukan.

ketika aku mulai kecewa pada dan tentang perasaan hati ini aku masih ragu utuk memulai semua dari tahap nol. aku tau bagaimana perasaanmu saat ini, karena aku pernah megalaminya. aku seorang wanita, wanita yg bila sakit hati hanya bisa tersenyum untuk meutupi sakit hati, seorag wanita yg sangat sering sakit hati. aku takut, aku merasa takut. karena dulu aku gagal.



maaf.

Tidak ada komentar: