Sabtu, 30 April 2011

Juta

* Ketika ku berjalan tak tentu arah. Suaranya terdengar mengarahkan ku. Terselubung dalam benak tak ada yg mengerti aku bgaimana. Mengerti hati sanubari. Gejolak mimpi yg tak pasti. Kunci kehdupan ini kembali kepada sebuah peristiwa yg mengingatkan pd kejadian yg membuat hati bergetar dan membangunkan semangat serta ketulusan. Hanyut dalam kepedihan adalah hal yg sia-sia dan tak mambuat hati jd tegar.



* Ada kata terlilit rasa. Ada ucap tersumbat asa. Ada tutur yg tak tercerna. Ada kalimat yg tak termaksudkan. Adakah lg yg bs ku ucapkan selain itu. Kata yg tak terucap dan tersumbat dan tutur yg t'abaikan. Aku tak dpt b'bicara dan aku tak dpt m'ungkapkan. Apa yg ku maksudkan adalah sia". Apa yg ku maksudkan adalah percuma. Karna suaraku tak dpt d'dgr dan tak dpt d'mngerti oleh siapa pun.


Makna d'blik senyum adalah palsu. Senyum adalah duka yg tak t'sampaikan. Senyum adalah pelipur luka yg menyakitkan. Senyum adalah kejutan yg tak t'duga. Duka senyum adalah kecewa. Pernah kecewa karna s'buah senyum m'nyesakan. Semua bisa b'ribu makna. Semua bisa b'juta arti. Tapi senyum adalah pelindung luka hati.



* Meranggas kukini t'lah d'lalui. Tegarku m'jadi penopang jiwa yg t'sakiti. Aku tak dpt lg mengenal masa itu. Memang tak dapat d'hapus dan memang msh ada d'bygan tp aku menganggapny itu sebuah hal yg hrs ku lewati. Selalu tanggapi p'soalan diri. Dan slalu m'hlgkan rasa benci,rasa kecewa, rasa bhagia yg membuat ku luka. Aku bahkan mencapai titik nol dan aku m'nganggap aku sendiri dan menyendiri. Aku akui aku tak kenal apa. Aku tak kenal belas kasih. Aku tak kenal bantuan untuk selesaikan masalahku aku adalah aku sendiri dan yg dpt m'mbntu aku adalah aku. Tegar, selalu b'rusaha baik, dan tak ingin tahu. Aku aku aku aku yg aku. Aku bantu aku dan aku selalu aku.

Tidak ada komentar: